Category Archives: Hikmah

“BENGKEL MOTOR TERHEBAT”

Di suatu jalan di sebuah kota terdapat beberapa bengkel motor. Tentunya persaingan jadi ketat. Segala daya upaya dilakukan agar menang dalam persaingan. Maka salah satu Bengkel Motor mempunyai ide untuk menarik banyak konsumen, dengan bangga memasang papan nama yang berbunyi, “Bengkel Motor terhebat di kota ini”. Baca lebih lanjut

Bidadari Dunia : For The Rest of My Life

Mongtor diibaratkan sebagai istri kedua. Namun sebagus, sekeren, secantik, semahal apapun, tetaplah istri pertama tak bisa digantikan oleh apa dan siapapun. Dialah teman dalam suka dan duka, dialah yang rela berkorban untuk kita, tangisnya adalah kesedihan kita (suami), senyum cerianya adalah kegembiraan kita (suami). Dialah bidadari kita. Baca lebih lanjut

Collin Edwards : “Saya Hanya Memikirkan Simoncelli … “

Sehubungan dengan insiden di Sepang yang mengakibatkan meninggalnya Supersic di Sepang hari minggu tanggal 23 Oktober 2011, ternyata menyisakan perasaan yang mendalam bagi Collin Edwards. Hal ini karena dirinya terlibat langsung yaitu melindas Simoncelli hingga tewas. Di tengah-tengah rasa sakitnya karena dislokasi tulang selangka, Pembalap Tim Yamaha Monster Tech3 itu  terus memikirkan Simoncelli, yang mana dia menyaksikan langsung di depan mata bagaimana Simoncelli terkapar dan tidak bergerak tak berdaya. Baca lebih lanjut

Seuntai Do’a di Akhir Ramadhan Menyambut Iedul Fitri

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 H Warung uDien d’kab mengucapkan “MOHON MAAF LAHIR BATHIN”

TAQOBALALLOOHU MINNA WA MINKUM, SHIAMANAA WA SHIAAMAKUM

DENGAN PENUH RENDAH HATI KUTUNDUKKAN WAJAH, DENGAN PENUH HARAP TANGAN MENENGADAH, JIWA DAN RAGA KEPADA-MU (YA ALLOH) KAMI PASRAH


Allohumma sholliy ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihii wa shohbihi wa ummatihii ilaa yaumil qiyamah

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir. Baca lebih lanjut

4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Empat) – Habis

Assalaamu ‘ alaikum wr. wb.

Mari kita lanjutkan pembahasan kita tentang hakekat taqwa, artikel ini merupakan kelanjutan dari trit sebelumnya (Bag.3). Kali ini merupakan bahasan yang terakhir yaitu hakikat taqwa yang Keempat menurut Ali bin Abi Thalib adalah وَالرِّضَا بِالْقَلِيْلِ (Ridho Meskipun Sedikit). Setiap kita pasti ingin mendapat sesuatu khususnya harta dalam jumlah yang banyak sehingga bisa mencukupi diri dan keluarga serta bisa berbagi kepada orang lain. Namun keinginan tidak selalu sejalan dengan kenyataan, ada saat dimana kita mendapatkan banyak, tapi pada saat lain kita mendapatkan sedikit, bahkan sangat sedikit dan tidak cukup.

Orang yang bertaqwa selalu ridha dan menerima apa yang diperolehnya meskipun jumlahnya sedikit, inilah yang disebut dengan Baca lebih lanjut

4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Tiga)

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Menyambung tulisan sebelumnya (Bag.Dua), hakekat taqwa yang Ketiga menurut Ali bin Abi Thalib ra  adalah وَاْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ (Mempersiapkan Diri Untuk Akhirat). Mati merupakan sesuatu yang pasti terjadi pada setiap orang. Keyakinan kita menunjukkan bahwa mati bukanlah akhir dari segalanya, tapi mati justeru awal dari kehidupan baru, yakni kehidupan akhirat yang enak dan tidaknya sangat tergantung pada keimanan dan amal shaleh seseorang dalam kehidupan di dunia ini. Karena itu, orang yang Baca lebih lanjut

4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Dua)

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Menyambung artikel sebelumnya (Bag. Satu), Hakikat taqwa yang Kedua kata Ali bin Abi Thalib r.a. adalah وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ (Beramal Berdasarkan Wahyu). Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt untuk menjadi petunjuk bagi manusia agar bisa bertaqwa kepada-Nya. Karena itu, orang yang bertaqwa akan selalu beramal atau melakukan sesuatu berdasarkan wahyu yang diturunkan oleh Allah swt, termasuk wahyu adalah hadits atau sunnah Rasulullah saw karena ucapan dan prilaku Nabi memang didasari oleh wahyu. Dengan kata lain, seseorang disebut bertaqwa bila melaksanakan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Baca lebih lanjut

4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Satu)

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Kawan-kawan, Ramadhan masih menyisakan sekitar 4 hari lagi. Di akhir-akhir bulan Ramadhan ini mang uDien mengajak diri sendiri dan juga sahabat-sahabat untuk bermuhasabah (mengevaluasi) perjalanan kita selama bulan Ramadhan ini. Sebagaimana firman Alloh SWT di dalam surah al-Baqoroh : 183 bahwa tujuan dari ibadah Ramadhan adalah taqwa. Mengenai pengertian taqwa ini banyak sekali walau intinya sama yaitu ketaatan kepada Alloh SWT yang didasari oleh keikhlasan dan kebenaran dalam mencapai keridloan-Nya. Baca lebih lanjut

Pelajaran Berharga dari Pengembala Kambing

Kawan-kawan, di hari Jum’at ini mang uDien mengajak diri sendiri dan kawan-kawan untuk menyimak suatu kisah yang nyata, kemudian merenungkan, menghayati dan mengambil hikmahnya. (pic pengembala hanya ilustrasi, sumber di sini) ____________________________________

Dari Abdullah bin Dinar r.a. berkata : Saya pergi bersama Ibnu Umar r.a. ke Makkah, ditengah perjalanan, kami berhenti sebentar untuk istirahat. Tiba-tiba ada seseorang anak gembala turun dari bukit menuju ke arah kami, Ibnu Umar r.a. bertanya kepadanya ; “Apakah kamu penggembala”, “Ya” …jawabnya. Lanjut Ibnu Umar r.a. lagi ; “Juallah kepada saya seekor kambing saja.” (ibnu Umar r.a. ingin mengetahui kejujurannya) Penggembala menjawab : “Saya bukan pemilik kambing-kambing ini, saya hanyalah hamba sahaya”. “Katakan saja pada tuanmu, bahwa ia dimakan srigala,” kata Ibnu Umar r.a. membujuk. “Lalu dimanakah Allah Azza wa-Jalla?” jawab penggembala mantap (Ibnu Umar r.a. bangga dengan jawaban penggembala) dan bergumam ; “Ya, benar dimanakah Allah SWT ?” Kemudian beliau menangis dan dibelinya hamba sahaya tadi lalu dimerdekakan. (Thabrani rijalnya Tsiqqoh. III/216)

___________________________________________________

Mang uDien tertegun dengan jawaban pengembala kambing tersebut. Walau seorang hamba sahaya tetapi hatinya sudah mencapai ihsan. Dia merasa diawasi oleh Allah SWT. Hmmm … begitu jauhnya diri mang uDien dari sikap yang demikian itu. Ternyata, keindahan dan kebahagiaan hidup tidak terukur oleh materi, tetapi sejauh mana seseorang takwa kepada Alloh SWT. Walaupun seorang hamba sahaya pengembala domba, tetapi hatinya merdeka … yaaa … merdeka dari perbudakan duniawi, hanya Allah SWT  saja yang jadi penguasa jiwanya.

______________________________________________________

Catatan: ( TRIT INI SUDAH DI UP DATE )

Kisah di atas merupakan terjemahan bebas, ada beberapa terjemahan yang mang uDien dapatkan, satu di antaranya yang mang uDien kutip di atas, kemudian ada versi lain yang lebih panjang, tetapi mang uDien tidak memfokuskan masalah itu – karena ada ahlinya – Intinya adalah mang uDien ingin mengajak bersama-sama memaknai dari kisah ini untuk dijadikan sikap, yaitu MERASA DIAWASI OLEH ALLAH SWT., terutama tatkala ada godaan untuk berbuat tercela. Berikut sumber dan referensi sehubungan dengan kisah di atas :

4 Milyar Buat Mulangin Bangsat ?

Astaghfirulloohal ‘adziiiim …..

Mang uDien hanya bisa istighfar, kenapa istighfar? Karena hati ini pengennya mencaci dan menyumpahi orang macam ini. Yaaach, itu dia, koruptor aka pencuri aka bangsat, yang telah memeras keringat rakyat lalu hasilnya diambil oleh dia untuk keperluan pribadi saenake udele. Sedangkan rakyat yang udah bercucuran keringat cuma dikasih seuprit buat upahnya. Baca lebih lanjut