4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Satu)

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Kawan-kawan, Ramadhan masih menyisakan sekitar 4 hari lagi. Di akhir-akhir bulan Ramadhan ini mang uDien mengajak diri sendiri dan juga sahabat-sahabat untuk bermuhasabah (mengevaluasi) perjalanan kita selama bulan Ramadhan ini. Sebagaimana firman Alloh SWT di dalam surah al-Baqoroh : 183 bahwa tujuan dari ibadah Ramadhan adalah taqwa. Mengenai pengertian taqwa ini banyak sekali walau intinya sama yaitu ketaatan kepada Alloh SWT yang didasari oleh keikhlasan dan kebenaran dalam mencapai keridloan-Nya.

Dalam kesempatan kali ini mang uDien ingin menyampaikan pengertian taqwa menurut Ali bin Abi Tholib rodliallohu anhu. Dalam bukunya Ahlur Rahmah, Syekh Thaha Abdullah al Afifi mengutip ungkapan sahabat Nabi Muhammad saw. yakni Ali bin Abi Thalib ra tentang taqwa, yaitu:

  الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ وَاْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ وَالرِّضَا بِالْقَلِيْلِ

(1) Takut kepada Allah yang Maha Mulia, (2) mengamalkan apa yang termuat dalam at tanzil (Al-Qur’an), (3) mempersiapkan diri untuk hari meninggalkan dunia dan (4) ridha (puas) dengan hidup seadanya (sedikit)

Dari ungkapan di atas, ada empat hakikat taqwa yang harus ada pada diri kita masing-masing dan ini bisa menjadi tolok ukur keberhasilan ibadah Ramadhan kita.

Pertama,  الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ  (Takut Kepada Allah). Takut kepada Alloh swt. adalah takut tidak mendapatkan ridlo-Nya, sebab kalau Dia tidak ridlo kepada kita berarti murka-Nya-lah yang kita dapat, konsekuensinya adalah berupa hukuman baik di dunia maupun di akherat kelak. Orang yang taqwa selalu berussaha menghindari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan Alloh swt. tidak ridlo, seperti meninggalkan sholat, tidak membayar zakat, berbuat maksiat, mendzolimi orang lain, dll. Kenapa Allah murka jika kita melakukan hal-hal seperti itu? Karena Alloh Maha ‘Adil, Maha Pengasih dan Penyayang.

Tapi takut kepada Allah swt. tidak seperti takut kepada binatang buas, bukannya kita menjauh dan menghindar, tetapi orang yang takut kepada Allah swt. justru harus mendekati-Nya. Inilah yang disebut muroqobah. Oleh karena itu walaupun seseorang sudah terlanjur berbuat dosa, maka segeralah mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara bertobat. Jika dosa itu menyangkut hubungan kita dengan Alloh swt, maka langsung minta ampun kepada-Nya, tetapi jika ada hubungannya dengan sesama manusia, maka mohon maaf kepada yang bersangkutan dan mengembalikan haknya. Bahkan jika dosa itu mempunyai konsekuensi hukuman di dunia ini, orang yang takut kepada Alloh swt. malah akan meminta hukuman itu ditimpakan kepada dirinya agar terbebas dari hukuman di akherat kelak.

Sebagai contoh, pada masa Rasulullah saw. ada seorang wanita yang berzina dan ia amat menyesalinya, dari perzinahan itu ia hamil dan sesudah taubat iapun datang kepada Rasul untuk minta dihukum, namun Rasul tidak menghukumnya saat itu karena kehamilan yang harus dipelihara. Sesudah melahirkan dan menyusui anaknya, maka wanita itu dihukum sebagaimana hukuman untuk pezina yang menyebabkan kematiannya, saat Rasul menshalatkan jenazahnya, Umar bin Khattab r.a.mempersoalkannya karena ia wanita pezina, Rasulullah kemudian menyatakan:

Ia telah bertaubat, suatu taubat yang seandainya dibagi pada tujuh puluh orang penduduk Madinah, niscaya masih cukup. Apakah ada orang yang lebih utama dari seorang yang telah menyerahkan dirinya kepada hukum Allah? (HR. Muslim).

Ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya mendidik kita untuk menjadi orang yang takut kepada Allah swt, semakin kita takut kepada-Nya, semakin berusaha kita mendekati-Nya, semakin tentramlah hati kita. Wallohu ‘alam.

Semoga dari uraian di atas, kita bisa mengambil hikmah dan manfaatnya. Yang benar dari Alloh swt., yang salah-nya dari kebodohan saya.

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

16 responses to “4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Satu)

  1. bagian 2 nya mana…🙂

    *bagian 1 juga blm baca..🙂

  2. makasih dah mau membagi

  3. artikel yang baguus banget.

  4. Jadi si pemilik warung sudah punya indikator itu? xixixixi…

  5. Ping-balik: 4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Dua) | uDien d'kab

  6. Ping-balik: 4 Indikator Keberhasilan Shaum Ramadhan (Bag. Empat) – Habis | uDien d'kab

  7. Ping-balik: Seuntai Do’a di Akhir Ramadhan Menyambut Iedul Fitri | uDien d'kab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s