Kenapa Bajaj Serius di Motor Sport ?

Kenapa Bajaj Auto Indonesia (BAI)  agressif di sektor motor batangan (sport)? Rupanya ada banyak alasan, di antaranya adalah sebagaimana disampaikan oleh Presdir BAI Tomotaka Ishikawa :

  • “Ada saatnya konsumen ingin meminta lebih ketika mereka merasa bebek dan skutik kurang. Apalagi ketika ekonomi juga sudah merangkak naik”
  • “Percaya sama saya. Kita sudah riset dan hasilnya kita prediksi pasar motor sport akan terus berkembang”.

Menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) hingga bulan ketujuh 2011, sudah ada 393.545 motor bermodel sport yang terjual. Angka itu baru 8,18 persen dari 4.813.969 motor yang terjual di Indonesia pada periode Januari sampai Juli. Dari data ini Tomotaka memprediksi pada akhir tahun (2011) angka penjualan motor sport akan mencapai lebih dari 600 rebu unit. Bahkan dalam 5 tahun ke depan angka penjualan akan mencapai 1 juta unit lebih.

Lalu kenapa Bajaj begitu pede/optimis untuk “menampung” para bebekerz/skutikerz yang pengen “naik kelas”, bukankah pabrikan-pabrikan lain pun sudah move? Mungkin bandrol yang sangat kompetitif bisa dijadikan alasan, tapi ketika ekonomi rakyat semakin membaik apakah alasan ini tidak begitu signifikan?

Hmmm ternyata ada faktor lain, BAI yakin dengan DTS-i yang digendong motor Bajaj mempunyai keunggulan yang belum dimiliki motor batangan dari pabrik lainnya. Hal ini disampaikan oleh Tomotaka ketika disinggung mengenai kesiapan Bajaj menyambut wacana transisi standar emisi di Indonesia dari Euro2 ke Euro3, “Tidak ada masalah sama sekali. Mesin DTS-i itu sudah bisa euro3. Kadar emisi yang dikeluarkan mesin DTS-i itu 20 persen lebih rendah emisinya dari motor-motor yang ada di Indonesia, jadi tidak ada masalah. Baru kalau ditingkatkan ke Euro4 atau Euro5 mungkin kita harus memikirkan mesin baru,” pungkasnya.

Sumber berita dan pic : detikoto _______________________________

Hmmmm …. mang uDien bisa memaklumi alasan Bajaj ini, namun sekali lagi, ketika 3s tidak paralel dengan penetrasi maka tunggulah “kehancuran” Bajaj. Tahun 2011 (sekarang) merupakan momentum yang sangat menentukan untuk langkah Bajaj selanjutnya (imho). Apalagai target Bajaj adalah bisa menjual di atas 5 rebu lebih unit per bulannya atau setara dengan 600 rebuan unit lebih (lebih dari 50% dari keseluruhan prediksi penjualan motor sport 5 tahun ke depan) … Kasus “salah ketik” mengindikasikan ada sesuatu yang tidak atau belum beres di tubuh BAI…. Dan kalau ini terulang lagi jangan harap bisa bersaing di tahun2 berikutnya, sebab pabrikan2 lain pun tidak akan tinggal diam.

Gimana menurut akang-akang? Silakan share komengtarnya semoga bermanfaat.

11 responses to “Kenapa Bajaj Serius di Motor Sport ?

  1. Smoga sepak terjang Bajaj dikawal kuat dengan armada 3S nya.. nice move

  2. DTS-i ditambah Fuel Injection apa jadinya ya?

  3. bajaj memang sudah segmented…
    tinggal after salesnya lebih diperhatikan

  4. ya mungkin bajaj ingin menguasai industri motor di indonesia yang selama ini didominasi oleh product2 jepang
    indonesia kemana ya?????
    terimakasih

  5. kutipan kata2 terakhir….
    pabrikan lain tidak akan tinggal diam….

    tapi tinggal lari…… takut sama ‘belalainya’ kang uden…… :mrgreen:

    *wkwkkkwkkkwkkwkwkwk…..

  6. motor sports/???wkwkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s