Daily Archives: 19 Agustus 2011

Pelajaran Berharga dari Pengembala Kambing

Kawan-kawan, di hari Jum’at ini mang uDien mengajak diri sendiri dan kawan-kawan untuk menyimak suatu kisah yang nyata, kemudian merenungkan, menghayati dan mengambil hikmahnya. (pic pengembala hanya ilustrasi, sumber di sini) ____________________________________

Dari Abdullah bin Dinar r.a. berkata : Saya pergi bersama Ibnu Umar r.a. ke Makkah, ditengah perjalanan, kami berhenti sebentar untuk istirahat. Tiba-tiba ada seseorang anak gembala turun dari bukit menuju ke arah kami, Ibnu Umar r.a. bertanya kepadanya ; “Apakah kamu penggembala”, “Ya” …jawabnya. Lanjut Ibnu Umar r.a. lagi ; “Juallah kepada saya seekor kambing saja.” (ibnu Umar r.a. ingin mengetahui kejujurannya) Penggembala menjawab : “Saya bukan pemilik kambing-kambing ini, saya hanyalah hamba sahaya”. “Katakan saja pada tuanmu, bahwa ia dimakan srigala,” kata Ibnu Umar r.a. membujuk. “Lalu dimanakah Allah Azza wa-Jalla?” jawab penggembala mantap (Ibnu Umar r.a. bangga dengan jawaban penggembala) dan bergumam ; “Ya, benar dimanakah Allah SWT ?” Kemudian beliau menangis dan dibelinya hamba sahaya tadi lalu dimerdekakan. (Thabrani rijalnya Tsiqqoh. III/216)

___________________________________________________

Mang uDien tertegun dengan jawaban pengembala kambing tersebut. Walau seorang hamba sahaya tetapi hatinya sudah mencapai ihsan. Dia merasa diawasi oleh Allah SWT. Hmmm … begitu jauhnya diri mang uDien dari sikap yang demikian itu. Ternyata, keindahan dan kebahagiaan hidup tidak terukur oleh materi, tetapi sejauh mana seseorang takwa kepada Alloh SWT. Walaupun seorang hamba sahaya pengembala domba, tetapi hatinya merdeka … yaaa … merdeka dari perbudakan duniawi, hanya Allah SWT  saja yang jadi penguasa jiwanya.

______________________________________________________

Catatan: ( TRIT INI SUDAH DI UP DATE )

Kisah di atas merupakan terjemahan bebas, ada beberapa terjemahan yang mang uDien dapatkan, satu di antaranya yang mang uDien kutip di atas, kemudian ada versi lain yang lebih panjang, tetapi mang uDien tidak memfokuskan masalah itu – karena ada ahlinya – Intinya adalah mang uDien ingin mengajak bersama-sama memaknai dari kisah ini untuk dijadikan sikap, yaitu MERASA DIAWASI OLEH ALLAH SWT., terutama tatkala ada godaan untuk berbuat tercela. Berikut sumber dan referensi sehubungan dengan kisah di atas :