CS-1 : Suntik Mati atau Suntik Vitamin ? … Part-2

(Sambungan trit sebelumnya)

Kawan-kawan, memasuki tahun 2010 CS1 sempat mengalami kenaikan MS mulai dari 2.000-an unit merangkak naik hingga mendekati angka 3.000-an unit di bulan April. Tapi bulan-bulan berikutnya mengalami penurunan yang drastis hingga menyentuh angka NOL di bulan Agustus dan September. Banyak yang bertanya-tanya dengan fenomena ini, bahkan muncul spekulasi bahwa CS1 akan disuntik mati (nyuntiknya pake apa yah):mrgreen:

Namun, tenggelamnya CS-1 dalam dunia persilatan roda dua ternyata dalam rangka persiapan untuk ganti kulit dan pada bulan Oktober 2010 Honda CS1 hadir kembali dengan 3 pilihan warna baru yaitu: Stallion Black (Hitam), Colt Red (Merah-Hitam) & Mustang Silver (Violet–Silver). AHM menargetkan dapat menjual motor ini sebanyak 2.500 unit per bulan. AHM akan memasarkan Honda CS1 dengan harga Rp 17.190.000 (OTR Jakarta) dengan target utama lelaki dan pemuda berusia 20-25 tahun, mahasiswa, dan para pekerja pemula.

Grafik dari eyang edo.

CS1 mendapatkan respon yang positif setelah ganti kulit, penjualan langsung menyentuh angka 1.500 unit, tapi cuma sesaat karena di bulan November kembali menurut dan di bulan Desember melorot drastis hingga angka 200 unit saja. Namun memasuki tahun 2011 angin segar menerpa CS1, bebek sport ini kembali mengalami kenaikan hingga mendekati 1.500 unit. Tapi perkembangan selanjutnya (enam bulan pertama 2011) penjualan CS1 ada di kisaran 1.200-unit, jauh dari apa yang ditargetkan yaitu 2.500 unit per bulan.

Setelah “mati suri” nya di bulan Agustus dan September 2010, seolah CS-1 disuntik vitamin dengan ganti kulit. Perjalanan selanjutnya CS-1 belum mampu meraih target, bahkan setengahnya sekalipun dari penjualan rata-rata per bulannya.

So, apakah CS1 ini disuntik mati ajah ? Atau direplace dengan model sonic (kembali ke gen asalnya)? Atau disuntik vitamin lagi dengan minor change di body dan atau up grade mesin biar bisa menghajar V-ixon dan satria FU sekaligus? Lalu gimana dengan harganya? ….

Hmmm … mang uDien lumayan penasaran nich dengan kiprah CS-1. Soalnya performa si Ayam Jago ini gak perlu diragukan, kemudian denger-denger, CS-1 itu sebenarnya menganut design Eropa yang lagi ngetrend lho, bahkan ada yang mengatakan bahwa Multistrada-nya Ducati “mencontek” si CS-1 ini (cmiiw). Nah, lho, apakah model CS-1 ini yang aneh? Atau selera orang Indonesia yang memang bertolak belakang dengan selera Eropa ….. ? Hmmmm, mang uDien jadi pengen memberi masukan nich buat AHM, coba arahkan mindset konsumen tentang design si CS-1 ini dengan design motor2 Eropa yang lagi ngetrend, kan ini akan mengangkat gengsi CS-1, iya toh ???? (imho). :mrgreen:

Nah, bagaimana dengan akang-akang? Punya pandangan lain? Shilakan dikomentari, mohon diluruskan jika mang uDien salah, tapi mang uDien jangan disuntik mati ya? xixixixi …. :mrgreen: :mrgreen:

Sumber pic : celana melorot dilempar suntikan, CS1 (Dok. AHM)

_______________________________________________________

Iklan

21 responses to “CS-1 : Suntik Mati atau Suntik Vitamin ? … Part-2

  1. kayanya blom sesuai ama selera biker indonesia…… ( berkunjung ke warung mang udin sambil ngabuburit )

  2. jgn suntik mati donk…
    jgn jd ayago donk….

    ubah aja bagian depan.. tp jgn niru MX.. bikin yg lebih keren. kalo perlu pake proyektor di kepala stang u/ lampu utama (biar dapet ukuran mungil, alias ga gede kepala macam Supra125.. ). lampu sign di tebeng ala Blade lama,
    mungkinkah??…. mungkin saja!.. sekrg khan honda lg ngamuk!…

  3. disuntik mati aja bodinya tapi mesinnya jangan :mrgreen:

  4. assololey icikicik AHM part2 mana kang??g??

  5. Pak Bambang Nunggang Byson

    kepalanya dikecilin dulu

  6. Sebenarnya yang salah itu promosinya AHM yang mengatakan the top city ride, AHM mencoba memposisikan CS1 sebagai motor perkotaan, tapi menurut ane motor ini enak untuk luar kota/touring. Posisi mengendara yang nyaman dengan setang yang tinggi dan suspensi yang lembut enak banget untuk perjalanan jauh, saya sendiri hampir tiap minggu pulang kampung 300km sama sekali ga pegel, sebelumnya pake Jupi MX bagian pundak terasa pegel setelah berkendara 100km lebih.Kalo untuk di perkotaan rasanya kok kurang nyaman mungkin di sebabkan torsi mesin yang kecil jadi harus sering main RPM tinggi buat selap-selip. overall Puas punya CS1.

  7. tetapmahalbagiku

  8. menurut ane modelnya udah bagus, ga peduli orang mo bilang kegedean kepala.
    tapi kalo ga laku ya ahm mesti realistis…
    mending diubah jadi motor laki murni tapi body agak ramping plus teknologi pgm-fi kaya cbr, bisa dah nyaingin v-ixion.

  9. kalo bodynya bebek / ayago + mesin 150cc biarpun harga diatas FU sy tertarik bgt tuh

  10. Dulu juga waktu tiger Picek mau meluncur, AHM mencoba mengedukasi mindset masyarakat lewat tulisan di media bahwa lampu asimetris sedang menjadi trend di Eropa sono dengan menampilkan motor BMW sebagai contohnya, tapi yah tetep selera di sono ama di sini belum tentu sama. Meskipun tuh desain dipake ama motor prestisius tapi kalo dipandang gak sreg ya tetep aja gak bisa dipaksain.
    Mendingan CS1 dibalikin ke kodratnya sebagai motor bebek, atau kalau mau ke sport sekalian. Gak nanggung kayak sekarang

  11. Berarti sayah mah selera eropah yeuh :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s